Karena Kita Tercipta Dari Tuhan Yang Esa

Ahmad Syahri Kurnianto

Mustahil kau tak tersenyum ketika simfoni cintamu bernada rindu;
Mustahil kau tak tertawa tatkala kau dengar pak tua bercerita gagah menepuk dada sedang yang kau lihat adalah sisa gigi di balik bibirnya;

Mustahil kau tak bahagia saat kau tuntun tangan mungil buah hatimu;
Mustahil kau tak bersedih manakala hidupmu lintang pukang, malang melintang, tak jelas arah;

Mustahil kau tak kecewa jika harap tak kunjung hadir menjumpaimu;
Mustahil kau tak bergumpal amarah dikala harga diri dan kehormatan diinjak dan dianggap oleh mereka tak berharga;

Mustahil kau tak iba waktu kau temukan si miskin papa berharap belas kasihmu;
Mustahil kau tak menangis kala kau sentuh tangan ibumu yang t’lah lelah, lemah tak berdaya menunggu ajal tiba.

Lahat, 3 Juni 2020