Perjuangan Mengembalikan Hak Atas Lahan dan Lambannya Pemerintah Lahat mengambil kebijakan yang berpihak kepada warga Desa Pagar Batu

lahat,beritalahat.com-Ratusan Warga Desa Pagar Batu Kecamatan Pulau Pinang Kabupaten Lahat Sumatera Selatan berunjuk rasa di depan halaman kantor Polres Lahat. Warga menuntut agar Polres Lahat segera menangkap satu orang lagi pelaku pembunuh dua warga Desa Pagar Batu. Setelah itu warga juga melakukan aksi di halaman kantor Pemkab Lahat// warga mendesak agar Bupati Lahat melaksanakan rekomendasi pengembalian lahan Desa Pagar Batu seluas 180, 36 hektar yang telah diserobot oleh PT Artha Prigel kepada 182 Kepala Keluarga warga Desa Pagar Batu.

Sebelumnya bentrok antara sekelompok orang yang mengaku petugas keamanan PT Artha Prigel dengan warga terjadi pada hari Sabtu tanggal 21 Maret 2020 yang lalu. Beberapa orang warga diserang tanpa alasan yang jelas. Suryadi dan Putra Bakti meninggal dunia dengan kondisi bersimbah darah. sementara itu dua orang warga lainnya menderita luka sabetan dan tusukan senjata tajam. Baca : Konflik Agraria Memakan Korban Jiwa

Ujang Boy, kepala keamanan PT Artha Prigel yang menjadi salah satu tersangka pembunuhan pun ditangkap petugas Polres Lahat. Oleh Hakim pengadilan Negeri Lahat. Ujang Boy dijatuhi vonis 11 tahun penjara, sementara seorang tersangka lainnya masih buron sampai sekarang. Baca : Dikawal Puluhan Warga Desa Pagar Batu, Ujang Boy Divonis 11 Tahun Penjara

Berikut peryataan Kapolres Lahat, AKBP Achmad Gusti Hartono

Konflik lahan ini meniti waktu yang sangat panjang, warga yang memperjuangkan hak hak mereka terus melakukan aksi, berupaya melakukan mediasi namun sepertinya meja perundingan tak mampu menyelesaikan konflik ini, sampai nyawa saudara mereka menjadi korban, menyaksikan peristiwa ini, Bupati Lahat, Cik Ujang pun menjerit meminta pertolongan kepada Presiden RI. Baca : Bupati Lahat Minta Presiden Turun Tangan Atasi Konflik Agraria di Lahat

Saat menemui warga Desa Pagar Batu di OP Room, Bupati Lahat Cik Ujang mengatakan akan membela warga Pagar Batu. Ia pun memberi kepastian bahwa dalam waktu dekat akan menemui Kementrian Pertanahan.

“Dalam waktu dekat saya akan menemui Menteri Pertanahan bersama Kepala Dinas PU RKPP untuk menjadi solusi sengketa lahan antara PT. Artha Prigel dan warga Desa Pagar Batu. Saya tidak ingin salah langkah. Kita ingin ibarat pepatah ‘ikan dapat ayek dek kehoh’,”

Konflik terus berlanjut, sampai akhirnya surat rekomendasi dikeluarkan oleh Wamen ATR/BPN, Gubernur Sumsel dan DPRD Lahat, namun sampai sekarang Pemkab Lahat belum melaksanakan rekomendasi itu. Baca : Pasca Rapat Dengar Pendapat DPRD Lahat, Warga Pagar Batu Menanti Eksekusi

Sampai hari ini warga Desa Pagar Batu tetap berjuang, nyawa saudara mereka seakan menjadi penanda bahwa perjuangan takkan pernah berhenti sampai lahan kembali menjadi milik Desa. Baca :  Pusara Putra dan Suriadi Jadi Lambang Perjuangan Desa Pagar Batu

Wargapun akan membantu Bupati Lahat dengan membentuk tim untuk menyusun dan memberikan kajian hukum ilmiah terkait kebijakan Bupati Lahat dan kajian itulah yang harus dibawa Bupati Lahat untuk menemui menteri.

Berikut peryataan Dedek Chaniago, Sekjen Komite Reforma Agraria Sumatera Selatan (KRASS) yang mendampingi perjuangan warga Desa Pagar Batu

lalu sampai kapankah warga Desa Pagar Batu harus menunggu kesaktian Pemerintah Kabupaten Lahat untuk dapat membantu warga mengembalikan lahan tersebut?

begitu kokohnya PT Artha Prigel bertahan, milik siapa perusahaan ini? pernahkan pemilik PT Artha Prigel hadir di Kabupaten Lahat, saat mediasi berlangsung?