Dinas Pendidikan Lahat Anggarkan BOSDA DIKDAS tahun 2020 Rp. 79.848.748.000, ini Analisis Potensi Kemungkinan Korupsi pada Anggaran BOS Reguler dan BOSDA DIKDAS di Kabupaten Lahat (Bagian Pertama dari Dua Tulisan)

Lahat,beritalahat.com- Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOS DA) yang bersumber dari APBD Lahat mencapai Rp. 79.848.748.000. Besaran anggaran BOS DA ini tertuang dalam rencana umum pengadaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lahat. Namun jika dilakukan perhitungan dari jumlah sekolah penerima, anggaran ini terlalu besar.  

Program wajib belajar 9 tahun dicanangkan pada tahun1994 yang merupakan kelanjutan dari program wajib belajar 6 tahun kemudian sejak tahun 2009, pemerintah menetapkan program wajib belajar 12 tahun.

Untuk menjamin semua anak usia sekolah menyelesaikan pendidikan wajib belajar 12 tahun maka Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mengalokasikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Artinya Pemerintah menanggung seluruh biaya pendidikan para siswa. Pada tahun 2020 Pemerintah melalui Kemendikbud menyalurkan dana BOS tahun 2020 sebesar Rp 54,32 triliun untuk sasaran 45,4 juta siswa.

Dilansir dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dana BOS siswa SD yang pada tahun 2019 sebesar Rp 800 ribu/siswa naik menjadi Rp 900 ribu/siswa pada tahun 2020.Dana BOS untuk SMP semula Rp 1 juta naik menjadi Rp 1,1 juta dan siswa SMA yang pada tahun 2019 sebesar Rp 1,4 juta menjadi Rp 1,5.

Pada tahun 2020, penyaluran Dana BOS Reguler dilakukan dalam 3 tahap yaitu pada Tahap I sebesar 30 persen, dilakukan pada Januari, tahap II, 40 persen Tahap II dilakukan paling lama pada April, dan tahap III, 30 persen dilakukan paling lambat di September 2020. Sedangkan penyaluran dana BOS kinerja dan BOS afirmasi, diberikan sekaligus paling cepat April. Penyaluran dana BOS dilakukan dari Rekening Kas Umum Negara atau RKUN langsung ke rekening sekolah masing-masing. Selain dana BOS reguler, Pemerintah melalui Kemendikbud juga memberikan bantuan dana BOS Afirmasi dan dana BOS Kinerja masing masing sebesar 60 juta/tahun/ sekolah.

Pada tahun 2020 ini Kabupaten Lahat mendapatkan dana BOS Reguler untuk SD dan SMP yang berasal dari APBN. Dengan rincian penerima SD sebanyak 295 sekolah  dengan jumlah siswa 41.476  dengan penerimaan dana BOS sebesar Rp. 37.328.400.000 dan SMP sebanyak 72 sekolah dengan jumlah siswa 17.337 dengan penerimaan dana BOS sebesar Rp. 19.070.700.000

Dengan adanya dana BOS, kegiatan belajar-mengajar bisa digratiskan, karena seluruh biaya operasional sekolah ditanggung pemerintah. Ini artinya setiap warga negara wajib mengenyam pendidikan minimal hingga jenjang SMA, Dengan adanya dana BOS, kegiatan belajar-mengajar bisa digratiskan, karena seluruh biaya operasional sekolah ditanggung pemerintah.

Pada tahun 2020 ini, Pemerintah Kabupaten Lahat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menganggarkan Bantuan Operasioanal Sekolah Daerah (BOSDA) Untuk Pendidikan Dasar (SD dan SMP Negeri/Swasta) se Kabupaten Lahat selama satu tahun mencapai Rp. 79.848.748.000. Anggaran ini berasal dari APBD.

Jika kita melihat sumber dana BOSDA DIKDAS tersebut, jelas disebutkan bahwa dana BOSDIKDAS berasal dari APBD Lahat tahun 2020, karena disana tidak tertulis sumber anggaran lain.

Menurut data yang kami kutip dari BPS Lahat, jumlah SD sebanyak 299 sekolah dengan jumlah murid 43.610 orang dan jumlah SMP sebanyak 74 sekolah dengan jumlah siswa sebanyak 18.208.

Sesuai dengan Perbub Lahat No 52 Tahun 2018, Dana BOSDA, diberikan kepada siswa SD dan SMP, untuk siswa SD masing masing mendapatkan Rp. 30.000/ bulan dan untuk siswa SMP mendapat sebesar Rp. 40.000 /bulan.

Jika dihitung berdasarkan data jumlah siswa dari BPS maka APBD yang harus dikeluarkan melalui Diknas dengan program BOSDA nya adalah sebagai berikut

BOSDA SD, Jumlah siswa (43.610 siswa)  x Rp.30.000 x 12 bulan maka akan didapat jumlah Rp. 15.699.600.000

(lima belas milyar enam ratus sembilan puluh sembilan juta enam ratus ribu rupiah)

BOSDA SMP, Jumlah Siswa (18.208 siswa) x Rp. 40.000 x 12 bulan maka akan didapat jumlah Rp. 8.739.840.000 (delapan milyar tujuh ratus tiga puluh Sembilan juta delapan ratus empat puluh ribu rupiah)

Dan jika perhitungan dana BOSDA SD dan SMP digabungkan maka akan menjadi Rp. 15.699.600.000 + Rp. 8.739.840.000 = Rp. 24.439.440.000 (dua puluh empat milyar lebih)

Lalu dari hitungan yang bagaimana Dinas pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Lahat mendapatkan Angka Rp. 79.848.748.000, sebagai perencanaan dana BOSDA DIKDAS Lahat selama satu tahun?.

Selain pertanyaan tersebut,berbagai pertanyaan lain juga muncul seketika, mulai dari bagaimana teknis penyaluran BOSDA DIKDAS Lahat, berapa jumlah (menurut dinas pendidikan Lahat) siswa yang mendapatkan BOSDA DIKDAS, bagaimana transparansi penggunaan dana (BOS Reguler dan BOSDA DIKDAS Lahat), bagaimana realisasi aturan aturan yang menyertai Dana tersebut berjalan, redaksi beritalahat.com akan membahasnya pada tulisan kedua.(red/BL)