Perda Tata Ruang Lahat dan Sungai Lematang Kecamatan Pulau Pinang Digasak Perusahaan Tambang Mineral, melaporkannya adalah pekerjaan yang sia sia

Lahat,Editorial-beritalahat.com-Kembali saya mendapat kabar dari seorang sahabat yang tinggal di Desa Karang Dalam Kecamatan Pulau Pinang, ia berkabar bahwa sebuah perusahaan Pertambangan Mineral  Golongan C telah beroperasi di  Wilayah Kecamatan Pulau Pinang Kabupaten Lahat Sumatera Selatan.  Memang bukan hanya satu atau dua perusahaan pertambangan yang mengeruk bebatuan di Sungai Lematang di wilayah Kecamatan Pulau Pinang. Perusahaan ini memilik izin, tentunya perizinan ini dikeluarkan oleh Provinsi Sumatera Selatan.

Bagaimana perusahaan ini beraksi, tentunya tak usah diragukan lagi kesaktiannya, alat berat yang mereka miliki langsung menggali di tengah tengah sungai, mereka ambil apa yang mereka mau, mereka lakukan apa saja untuk BATU, bahkan memindahkan aliran Sungai dan membuat jalan di tengah tengah Sungai Lematang Halal dilakukan. Saya pun menemukan sebuah posting di FB, tentang “kekejaman” perusahaan tambang mineral ini. Akun dengan nama Tambang Hidayat menyindir kelakuan pengusaha tambang ini dengan menyebut, eksapator sedang membuat objek wisata sungai buatan di Kecamatan Pulau Pinang, teks tersebut bersanding dengan beberapa foto alat berat di Sungai Lematang.

Mengadukan kenyataan ini ke pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lahat? ah.. tentu percuma, sekali lagi percuma,  melaporkannya ke DLH? Pasti pekerjaan yang sia sia, toh takkan ada tindakan apapun dari DLH Lahat.

Tapi ada sesuatu yang ingin saya kemukakan, saya pernah membaca Perda Kabupaten Lahat No. 11 Tahun 2012 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Lahat Tahun 2012-2032.

Sumber foto : AKun FB Tambang Hidayat

Dalam Bab VI Rencana Pola Ruang, Diatur Kawasan Peruntukan Pertambangan pada pasal 33 dimana Kawasan peruntukan pertambangan mineral dan batu bara terdapat di Kecamatan Merapi Timur, Merapi Barat, Kecamatan Merapi Selatan dan Kecamatan Lahat.

Tentu menjadi pertanyaan yang sangat mendasar, mengapa perusahaan pertambangan mineral dapat beroperasi di wilayah Kecamatan Pulau Pinang? Jika perusahaan ini memiliki izin penambangan,lalu  mengapa izin dapat diberikan diwilayah yang bukan peruntukan pertambangan mineral?

Biarkan mereka yang menjawab, kita masyarakat awam cukuplah melihat saja sambil ber istighfar. Toh jika kita adukan kemana saja, pasti ada saja alasan mereka untuk membenarkan eksapator itu, toh akan dibiarkan saja. Jadi mengadukan hal hal yang seperti ini sama saja dengan menebar garam lautan. Sungai Lematang, maaf kami tak dapat “menolong”mu. (Red/BL)

Download Perda Kabupaten Lahat No. 11 Tahun 2012 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Lahat Tahun 2012-2032.