Antrian Panjang Gas LPG, sebuah pembiaran dari Dinas Koperasi, Dinas Perdagangan dan Perusahaan Daerah Lahat

Beritalahat.com-Editorial-Bulan ini, puluhan bahkan ratusan warga mengantri, berbaris panjang di pangkalan gas LPG untuk membeli gas LPG 3 kg bersubsidi. Gas LPG tidak langka, hanya sekarang ini tidak lagi diperjualbelikan di warung warung, sehingga pangkalan yang jumlahnya tidak seimbang dengan jumlah pengguna harus melayani pembeli sampai ratusan orang.

Beratus keluhan warga tetulis di jejarng sosial, beratus foto foto warga mengantri beredar dan terpampang di jejaring sosial menjadi sebuah kepedihan yang seharusnya tidak pernah terjadi.

Sampai sekarang solusi itu seperti hanya sebuah mimpi, mengembalikan kemudahan mendapatkan gas lpg 3 kg seperti dulu seperti hal yang mustahil, sedangkan di Kabupaten Lahat terdapat Dinas yang berkompeten untuk membuat masalah ini selesai dengan indah. Dinas Perdagangan, Dinas Koperasi dan UKM serta ditambah lagi dengan Perusahaan Daerah (Prusda).

Tiga Lembaga Pemerintah Lahat ini tidak memiliki terobosan apa apa, selain menjadi penonton warga yang mengantri di tengah pandemi Covid 19.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Kepala Dinas Perdagangan serta direktur Prusda, jabatan kepala dinas atau direktur Prusda itu bukanlah sebuah gengsi, tapi saat anda menjabat sebagai kepala maka saat itu pula masyarakat menunggu terobosan dari kepala anda. Tapi jika melihat warga mengantri gas hari ini, harapan kami sebagai masyarakat tampaknya harus musnah, anda tidak bisa berbuat apa apa. 

Saya terus berandai andai, Dinas perdagangan melakukan kesepakatan dengan pertamina, untuk menjamin ketersediaan gas LPG 3 kg bagi seluruh warga yang memang benar benar berhak menggunaannya, hal ini tentunya harus disambut oleh Dinas Koperasi yang menyiapkan koperasi di setiap wilayah baik desa maupun RT, dan Perusahaan Daerah menjadi agen atau pangkalan yang menyalurkan gas LPG itu ke koperasi koperasi tersebut, jadi warga tidak perlu mengantri di satu titik pangkalan.

Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk berbenah di Kabupaten Lahat, itu jika kita mau, jika kita mau berfikir dan berbuat, saat ini siapapun anda kepala Dinas dan direktur Prusda, anda sekarang punya kuasa, lakukanlah sesuatu untuk hari ini dan hari depan nanti.

Setahu saya Dinas Koperasi dan Dinas Perdangan hanya bisa menghambur hamburkan anggaran yang berasal dari pajak yang dipungut dari rakyat tanpa membawa satu perubahan apapun untuk kesejahteraan masyarakat Lahat. Setahu saya bapak cuma bisa jalan kesana kemari dengan biaya yang ditanggung oleh pemerintah. Jika bapak tidak sanggup mengatasi permasalahan masyarakat, jangan pernah menunjuk tangan untuk menjadi seorang kepala dinas

Coba bapak bapak rasakan, antri di tengah panas, berbaris berhimpitan di tengah pandemic covid 19. Pedih bapak, nasip kami pedih, bukan seperti nasib bapak yang digaji pemerintah. Dan saat melihat kami mengantri, pasti bapak sangat bahagia bukan?

Permasalahan gas LGP bukan lah permasalahan yang luar biasa, ini permasalahan biasa bisasa saja, tapi yang saya heran, mengatasi permasalahn yang biasa biasa saja bapak tidak bisa, Bapak berhenti saja jadi kepala dinas, atau tutup saja kantor bapak, sampai saat ini kami belum pernah merasakan manfaat dengan adanya kantor bapak.

Tugas bapak membuat hal yang tidak bisa menjadi bisa, membuat hal yang tidak mungkin menjadi mungkin, tapi jika bapak hanya dapat mengemukakan alasan untuk tidak bisa berbuat, berarti memang benar bapak hanya ingin duduk duduk santai diruang bapak yang ber ac, bapak hanya ingin bertepuk tangan di panggung panggung ceremony, bertepuk tangan dengan semua senyum untuk menutupi kegagalan demi kegagalan dinas bapak.

Hari ini data mendata yang berhak dan tidak berhak menggunakan gas LPG 3 kg hanya akan menambah panjang antrian, urusan berhak atau tidak berhak, bapak mulailah dari diri bapak, ajak seluruh pns untuk menukar gas subsisdi ke non subsisid, sediakan tempat khusus untuk menukar yaitu koperasi. Absen yang telah menukar dan pertayakan yang tidak menukar. Mulailah dari sana dulu bapak, baru bapak data secara keseluruhan, tapi sekarang itu menjadi nomor sekian.

Cukup dengan dua dinas dan perusahaan daerah, pasti permasalahan LPG ini akan selesai, antrian atau kelangkaan takan terulang lagi, anda bekerja dengan anggaran yang besar seharusnya anda bekerja dengan rasa malu. Sekali lagi yg dibutukan dari seorang kepala Dinas itu adalah program terobosan untuk mengatasai permasalahan masyarakat, jika bapak tidak punya, jika bapak tidak dapat bekerja, baiknya anda berhenti saja menjadi kepala Dinas Koperasi dan Kepala Dinas Perdagangan serta direktur prusda, jika masalah ini tak dapat selesai anda berhenti saja.

Hari ini hanya gas LPG yang tidak boleh diperjual belikan di warung warung, anda sebagai kepala Dinas Perdagangan, Kepala Dinas Koperasi dan Perusahaan Daerah tidak bisa mengatasi dengan cepat, suatu saat mungkin beras akan menjadi barang langka, beras mungkin akan sulit didapat, sulit dibeli karena dikuasai oleh murni kapitalis, saya yakin saat itu anda hanya bisa melongo dan melongo.

Ayo Direktur Perusahaan Daerah Lahat, ini peluang bisnis, ambil itu, kuasai semua yang menguasai hajat orang banyak, berbisnislah agar masyarakat terbantu. Ayolah bapak, sekali saja dalam hidup anda, bekerja dengan sepenuh hati untuk memecahkan permasalah rakyat, sekali saja. (red)