Ini Penyebab Mengapa Video Mesum Pelajar di Lahat Tersebar dan Viral

Lahat, BL – Video asusila sepasang pelajar yang melakukan adegan mesum di dalam toilet sebuah rumah kosong yang terletak di Kelurahan Lahat Tengah,  Kecamatan Lahat,  Kabupaten Lahat viral dalam beberapa hari ini. Video yang terbagi dalam 2 (dua) potongan dengan durasi 24 dan 32 detik tersebut akhirnya terungkap merupakan pelajar dari salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di Kabupaten Lahat. Hal ini juga dipertegas dengan pengakuan kepala sekolah yang membenarkan bahwa kedua siswa tersebut merupakan pelajar mereka.

Setelah dilakukan penyelidikan oleh pihak Polres Lahat, diketahui bahwa pemeran dalam video tersebut sama-sama masih dikategorikan di bawah umur. Kejadian perekaman berlangsung pada hari Jum’at (15/10/2021) sekira pukul 11.00 WIB. Sesampai di lokasi yang disebutkan tadi, kedua pemeran dalam video bertemu dengan tersangka Rd (19) dan saksi BGS, GLG, dan RSK.

Selanjutnya sekitar pukul 11.30 pemeran pria mengajak pemeran wanita ke kamar mandi dan keduanya melakukan adegan tindakan asusila. Saat keduanya melakukan adegan tersebut RSK, mengintip melalui fentilasi kamar mandi kemudian diikuti oleh tersangka Rd saksi BTG, saksi BGS, dan saksi GLG.

Dalam melakukan hubungan mesum, kedua pemeran video tersebut tidak mengetahui jika perbuatan keduanya direkam oleh Rd yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka atas tindak pidana pornografi UU ITE.

“Nah, kemudian tersangka Rd ini meminjam Handphone milik saksi BGS dengan tujuan untuk merekam aksi mesum tersebut,” terang Kapolres Lahat, AKBP Achmad Gusti Hartono, S.I.K, melalui Kasat Reskrim, AKP Kurniawi H Burmawi S.I.K, disampaikan Kanit Pidsus, Ipda Chandra Kirana SH, saat dikonfirmasi hari ini, Rabu (20/10/2021).

Dijelaskan Chandra Kirana, video tersebut telah diperlihatkan Rd kepada para saksi. Ia mengirimkan video tersebut melalui HP milik saksi BGS kepada BTG, dan RSK sebanyak 2 potongan video. Sebenarnya, menurut pengakuan pelaku ada empat potongan video namun hanya dua potongan video yang tersimpan. Motifnya menyebarkan video tersebut untuk mendapatkan keuntungan berupa sejumlah uang.

Sesaat setelah merekam kejadian, tersangka Rd kemudian menghubungi salah satu di dalam video melalui Handphone milik BTG dan meminta uang Rp.100.000,- dan mengancam jika tidak dipenuhi maka video akan disebarkan.

Hanya saja, permintaan Rd tidak terpenuhi karena salah satu dari pelaku hanya memberikan Rp. 20.000,- disaksikan oleh BTG dan RSK lalu video tersebut dihapus di HP kedua saksi. Selanjutnya, pada Senin (18/10/2021) sekira pukul 16.00 wib Rd kembali menghubungi saksi Am dan Yd dengan menggunakan handphone milik GLG yang isinya mengancam akan memiralkan video tersebut. Hingga akhirnya video tersebut beredar luas di masyarakat.

Kedua pasangan pemeran dalam video tersebut sempat memohon kepada pelaku Rd agar menghapus video rekamannya. Namun, permintaan sepasang kekasih ini tak diindahkan oleh pelaku.

“Ya, setelah kedua pemeran video mengetahui jika tindakan asusila keduanya direkam, keduanya memohon kepada pelaku agar menghapus rekaman tersebut,” ungkap Ipda Chandra Kirana, S.H.

“Kemudian kita melakukan penyelidikan terhadap perkara tersebut dan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Lahat untuk diproses secara hukum. Antara saksi dan pelaku ini saling kenal hanya saja karena kedua pemeran tidak bisa memenuhi permintaan pelaku hingga akhirnya video beredar. Pelaku kita amankan di kediamannya Kelurahan Lahat Tengah,” pungkasnya. (tim)