Bayar Rp. 10 Juta/kades, Ratusan Kades di Lahat Pergi Ke Bandung, Ini Asal Dana yang dipakai

Lahat, BL – Berbekal judul “Pelatihan Kepemimpinan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara bagi Aparatur Pemerintah Desa” 365 kepala desa di Kabupaten Lahat pergi ke Bandung selama 5-6 hari. Untuk dapat mengikuti kegiatan pergi pergi ini, masing masing kades dipungut biaya sebesar Rp. 10.000.000 (sepuluh juta rupiah).

Keberangkatan para kades ini tidak serentak, dan dipastikan tidak ada acara ceremony pelepasan keberangkatan sang kades dalam rangka mengikuti pelatihan.

Untuk wilayah Kecamatan Kota dan Kecamatn Lahat Selatan para kades yang ikut berangkat ke-Kabupaten Bandung Selatan dikumpulkan di depan hotel Grand Zuri Lahat, yang dikoordinir oleh Ketua Forum. Begitu juga untuk wilayah Lima Kecamatan Pulau Pinang, Kecamatan Pagun, Kecamatan Tanjung Tebat, Kota Agung, Mulak Sebingkai dan Mulak Ulu kumpul di simpang Asam perbatasan simpang Pagaralam.

Keberangkatan para kepala desa (Kades) ke-Bandung Selatan ini memakai dana desa “Termin Pertama”

Akan tetapi, ada kejanggalan dengan ‘Tema yang disampaikan, dan jauh berbeda dengan pelaksanaan 5 – 6 hari, dan hari ke-enam kembali ke-Kabupaten Lahat, ternyata hanya kunjungan ke Desa Percontohan Terbaik di Kabupaten Bandung Selatan dan Kabupaten Bandung Barat.

Jadwal Kegiatan di Bandung

“Benar, kami seluruh kepala desa (Kades) se-Kabupaten Lahat dimintak untuk berangkat ke-Bandung Selatan dengan menelan biaya sebesar Rp.10 juta rupiah/kades, hanya kegiatan untuk melihat Percontohan Desa Terbaik Bandung Selatan dan Bandung Barat,” ulas salah satu oknum Kades Lahat yang tidak mau disebutkan namanya. Seraya mengatakan terkesan menghamburkan Uang Negara dengan alasan kepentingan dibalik kepentingan demi mencari keuntugan secara pribadi.

Sementara, Camat Pulau Pinang Kabupaten Lahat, Drs.H. Erlambang MM dikonfirmasi mengatakan, bahwa dirinya sedang dinas luar (DL), bersama rombongan para kepala desa (Kades) berangkat ke-Bandung Selatan dan Bandung Barat.

“Masih dinas luar, mendampingi para kepala desa ke-Bandung Selatan, dan Bandung Barat. Mungkin sekitar lima sampai enam hari,” ulas Erlambang

Sementara itu, Agus, seorang pengamat pembangunan di Lahat mengatakan bahwa wajar wajar saja kades itu berangkat ke Bandung.

“Biarkan saja mereka (kades:red) berangkat ke Bandung, tapi setelah mereka pulang, Inspektorat atau APH harus memeriksa mereka, karena yang mereka pakai itu uang dari dana desa, jadi harus jelas manfaatnya apa bagi masyarakat dengan keberangkatan mereka, misalnya jika uang Rp. 10 juta itu mereka gunakan untuk pergi ke Bandung, dan sepulang dari Bandung ternyata tingkat kemiskinan masyarakat Lahat menurun, nah itu kan ada manfaatnya, tapi jika yang terjadi malah sebaliknya, tidak ada manfaatnya sama sekali, ya saya rasa kata yang paling tepat untuk para Kades adalah kembalikan saja uangnya, dan siapun yang terlibat dalam perkara ini harus diberi sangsi,” jelas Agus. (red)