LAHAT, BL- Puluhan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) warga Desa Sirau Pulau, Kecamatan Kikim Selatan, Kabupaten Lahat mengeluhkan adanya dugaan pemotongan Bantuan Sosial (Bansos) Pangan berupa beras dan minyak dari Kementerian Sosial.
Bantuan yang seharusnya diterima utuh 20 kg per KPM, dan minyak 4 liter diklaim dipotong menjadi 3 liter. Kamis (27/11/25) kemarin.
Saat pembagian bansos minyak yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu mengaku hanya menerima 3 liter dan lebih menyakitkan lagi warga di mintai uang senilai 30 ribu rupiah.
Salah satu KPM adalah Mulyadi, yang mengaku ia dan puluhan warga KPM di minta sejumlah uang untuk menebus sembako tersebut dengan dali untuk ongkos bongkar.
Ia menjelaskan bahwa mereka seharusnya menerima dua karung beras dengan total berat 20 kg dan minyak 4 liter, Namun, kenyataannya, mereka menerima 20 kg beras dan minyak hanya 3 liter serta harus menyetor uang 30 ribu rupiah kepada perangkat desa.
“Kami dan puluhan warga KPM ada menerima beras 20 kg memang cukup, sesuai dengan undangan yang di barcode, tapi kalau minyak goreng itu semestinya 4 liter tapi kami menerima hanya 3 liter dan nyetor uang juga ke mereka.
Dugaan pemotongan ini langsung mengarah pada oknum pegawai Pemerintah Desa Sirau Pulau Kasi PM inisial A yang disebut-sebut mengambil keuntungan pribadi dari Bantuan Sosial tersebut.
Saat hendak di konfirmasi melalui pesan WA dan Telpon Kepala Desa Sirau Pulau Jayus Oktonianto tidak merespon pertanyaan wartawan menanggapi tuduhan serius ini.