Lantik PAC PDI Perjuangan, Yulius Maulana Tekankan Semangat Membara Hingga 5 Tahun Kedepan

LAHAT, BL – Prosesi pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kabupaten Lahat masa tugas 2026–2031 resmi digelar Kamis, (5/11/2026) dihalaman Gedung Kesenian Lahat.

Prosesi pengambilan sumpah jabatan ini diikuti seluruh jajaran pengurus dari 24 Kecamatan. Momentum pelantikan ini sekaligus menandai dimulainya estafet kepengurusan baru yang mengusung visi regenerasi total di tingkat akar rumput.

Dalam sambutannya, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lahat Yulius Maulana, ST menekankan bahwa pelantikan ini adalah langkah awal untuk mengonsolidasikan kekuatan partai.

Ia meminta para pengurus kecamatan yang baru dikukuhkan untuk langsung bergerak dan menjaga ritme perjuangan di wilayah masing-masing.

“Semangat para PAC hari ini harus tetap terus membara, dari hari ini hingga lima tahun ke depan,” tegasnya.

Menurut Yulius, pengurus anak ranting merupakan kader yang memahami kondisi wilayah masing-masing, termasuk potensi dan basis suara masyarakat. Oleh karena itu, keberadaan mereka dinilai penting dalam memperkuat konsolidasi partai sekaligus mempersiapkan langkah menghadapi kontestasi politik mendatang.

“Sebab, mereka mengetahui serta memahami wilayah maupun daerah yang menjadi lumbung suara. Pada 2029, partai dengan logo Banteng Moncong Putih ini siap memperjuangkan kursi unsur pimpinan DPRD Kabupaten Lahat,” ujar Yulius.

Ia menjelaskan, PAC juga memiliki tanggung jawab sebagai roda penggerak partai di tingkat kecamatan. Melalui kepengurusan yang telah dikukuhkan, diharapkan koordinasi dan konsolidasi kader semakin terarah dalam mengawal perolehan suara pada Pileg 2029.

“Sudah saatnya seluruh kader dan simpatisan partai bergerak serta berada di tengah-tengah konstituen. Kita harus mampu menjaring aspirasi masyarakat dan mendukung calon-calon yang memiliki potensi,” tegasnya.

Yulius menambahkan, pengukuhan kepengurusan PAC PDIP di 24 kecamatan tersebut diharapkan dapat memberikan motivasi dan semangat baru bagi seluruh kader untuk menjalankan tugas organisasi. Ia juga menekankan pentingnya kebersamaan, kekompakan, dan soliditas sebagai modal dalam membangun kekuatan partai.

“Di sinilah yang kita butuhkan, yakni kebersamaan, kekompakan, serta kesolidan antar kader. Dengan demikian, kita dapat menciptakan situasi yang kondusif sekaligus melakukan pembekalan dan edukasi politik sejak dini,” tutup Yulius. (Dedi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *